Posts

Ikhlas dengan kegagalan yang ada benarkah sebuah bentuk syukur?

Pernah merasa gagal dalam hidup? Saya yakin semua orang pasti pernah mengalaminya, entah itu gagal dalam skala besar, atau gagal dalam skala kecil, tapi pasti ada lah saat-saat dalam hidup dimana kita merasa semua rencana yang kita susun ternyata tidak berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. Dan saya pun termasuk dalam irisan komunitas orang yang pernah mengalami gagal dalam hidup, namun seiring dengan perjalanan waktu dan berkembangnya proses kematangan diri, ternyata saya mengalami sebuah metamorfosa pemikiran yang cukup signifikan tentang cara pandang saya terhadap sebuah kegagalan. Adanya perubahan cara pandang itu juga ternyata membuat respon tubuh dan pikiran terhadap kondisi gagal yang saya terima menjadi berbeda. Masih ingat dalam benak saya, ketika saya masih dalam masa remaja, nilai-nilai ulangan yang jelek, atau gagalnya saya masuk ke sekolah-sekolah favorit ternyata sudah berhasil membuat saya merasa jadi orang paling gagal sedunia, dan res...

Mantra Ajaibku untuk Jadi Ibu Ceria

Dalam menjalani profesi jadi Ibu Rumah Tangga (eh...bener kan yak profesi??..hehe), sebagai mantan gadis yang dimasa gadisnya adalah orang yang "sok sibuk dan sok penting" , saya kadang ...eh sering.. mengalami perasaan-perasaan jenuh, feel useless hanya karena saya diam di rumah hampir 24 jam, dan hanya mengerjakan pekerjaan-pekerjaan domestik yang sebenernya bisa didelegasikan kepada pembantu. Sempet mikir, apa bedanya saya ama pembantu yak?..hehe, tanpa bermaksud mengecilkan peran n profesi pembantu rumah tangga, cuma dalam benak nge"sok" nya saya, kepinginnya kegiatan yang saya punya yaa... yang lebih gaya dari ini lah...duh...hihih. Tentu saja perasaan-perasaan kayak gitu menghambat saya beraktifitas full dalam mengurus rumah, mengurus anak-anak dan suami, karena efeknya jadi uring-uringan, muka mendadak lebih asem dari biasanya, dan otak kurang konsentrasi, naah untuk mengatasinya, saya punya mantra yang ajaib, yang lumayan efektif buat nyadari...

Catatan Haji (Part 2)

Eung.....saya teh rada beraat menulis bagian ini...makannya lanjutan note nya rada lama...hehe. Soalnya kuatir tulisan saya malah menonjolkan sisi saya nya bukan sisi kebesaran Allah nya, jujur saja...sulit banget untuk tidak riya (walau pun mungkin klo muncul sekejap mah masih termaafkan kali yaa asal langsung istigfar...da sayah mah manusia standar pisaan), tapi bukan itu aja, rasa riya yg kalau ga cpt dinetralkan, ternyata bikin rasa romantisme yg Allah bagi kepada saya di sana menjadi berkurang nikmatnya...hehe. Tapi...bismillah...saya mulai cerita aja deh...semoga Allah membimbing saya dalam menulisnya yaa...sehingga saya teh emang bercerita full tentang kebesaran Allah yang kebetulan dibagi kepada saya hamba Nya yang biasa2 aja,karena saking Dia itu Maha Penyayang.... Hajar Aswad, Multazam, Maqam Ibrahim, dan Hijr Ismail Keempat tempat itu terletak di sekitaran ka'bah, masjidil haram, Mekkah. Kesemua tempat itu menjadi tempat yang cukup bergengsi buat para jam...

Catatan Haji (Part 1)

"Ren.....kumaha atuh dongengna haji teh....ada kisah2 aneh ga?" Kalimat begitu banyak banget keluar dari temen dan keluarga ketika menyambut kepulangan saya berhaji. Mmhm....kisah-kisah aneh?...kisah2 misteri dunk yak....xixixi. Tanpa mengurangi rasa hormat pada yang berhaji karena mengejar "hal-hal itu" , tapi jujur sejak dari sebelum berangkat haji pun saya memang tidak mengejar "hal2 ajaib" itu, malah lebih parah lagi, saya mah ngga percaya sama sekali dengan hal-hal aneh yang katanya terjadi sebagai balasan atas perbuatan kita, duh....sombong banget yaa saya....hehe...bukan sombong, hanya sekedar berpikir logis aja, Allah itu Maha Adil, ngga mungkin Dia menghisab kita sebelum amal2 kita benar2 ditimbang nanti ketika hari kiamat nanti, kalaupun ada kejadian buruk yang menimpa kita saat berhaji itu mah sebagai teguran, bukan hukuman, pun kalau ada yang dapat keberkahan saat berhaji, yaa karena rahmat Allah, bukan karena kita ini mahluk supe...

Renungan Sok Tau

temans.... sukses itu dibangun dari diri kita sendiri dengan bantuan Allah tentunya, ga usah merendahkan diri kita di depan org yang tampak sukses hanya supaya kita sukses, kasian dia nanti malah takabur,dan itu artinya kita ikut berpartisipasi membuat dia jadi berdosa karena bikin dia jauh dari Allah akibat sudah kita besar-besarkan suksesnya secara berlebihan, insya allah sukses itu datang setiap menit tanpa harus bergantung dari orang sukses.... sukses itu dikala kita sudah berusaha sekuat tenaga mencapai apa yang kita mau,dan kalau gagal, kita tetap bersyukur dan terus belajar lagi mengambil hikmah dari setiap kegagalan itu. itu sukses terindah.....dan nyaman di hati menurut sayah.... hehehehe ga usah dipikirin...namanya juga renungan sok tau :-P

Ilmu Padi=Makin berisi Makin merunduk

Hati dan pikiran lagi ga tenang.......hihihi Hmm.....beberapa hari terakhir ini, saya melihat orang-orang di sekeliling saya yang nyata2 berilmu dan berpemahaman agama tinggi, tapi ternyata mereka segitu bangganya dengan ilmu mereka, sampai seolah sedikit melecehkan orang. Astagfirullah.....ngeri saya ngeliatnya. Duh...tapi kuatir juga saya itu seperti itu.....tapi alhamdulillah ah...kan saya mah bukan orang pinter....ilmu nya juga masih minimalis.....xixix....menghibur diri.com. Sama hal nya dengan harta, ilmu juga titipan, bisa membawa kita ke surga kalau kita amanah, dan akan membawa kita ke neraka kalau sebaliknya. Duh....seandainya saja suatu saat saya dikasih kesempatan punya ilmu lebih,minta sama Allah jangan dikasih sombong, karena itu lah yang akan mengeraskan hati saya dan justru menghalangi jalannya ilmu baru masuk. Pengen kayak padi, yang kalau isinya gemuk dahannya malah melentur ke bawah....peribahasa lama, tapi serius beneran emang pas dipakai sepanjang masa. So....udah ...

sepenggal kisah sore ( dari acara minta tolong)

suatu sore... Seperti biasa, acara soreku sedikit heboh karena harus "mengejar anak-anak" yang masih wara wiri di depan rumah main dengan teman-temannya. Setelah berhasil "menangkap" mereka, langsung deh "byur byur byur" mereka aku mandikan, dan karena waktu dah menuju maghrib juga, akhirnya udah deh,pintu ditutup, dan tentu saja waktu main di luar rumah sudah habis, lanjut ke persiapan menuju shalat maghrib. Sebenarnya adzan nya juga masih setengah jam lagi, tapi hanya biar lebih tertib saja, dikondisikannya lebih awal, soalnya kalau waktunya dah mepet-mepet dan anak-anak belum tertib, ujung-ujungnya saya berubah jadi sedikit bawel....heu....lebih tepatnya mah galak siy...cuma lagi menghibur diri aja ga nulis gitu.... :-P...:-P Sebelum adzan terdengar, si bungsu minta makan, lalu makanlah dia disuapi oleh saya, sembari menyuapi dia mataku tertuju ke televisi, yang kebetulan sedang di posisi channel RCTI, yang menayangkan acara minta tolong. Jujur, saya me...