Posts

Pulang ke Hatimu

Image
Ini bukan resensi  Seperti sedang berada dibawah air terjun dimana saya "mendadak" terkena efek sejuknya, begitu lah yang saya rasakan saat membaca novel ini. Sebuah novel yang sarat akan pesan moral, dengan hiasan pilihan kalimat sastra yang luar biasa, namun anehnya saya hanya menghabiskan waktu 3 jam saja untuk menamatkan buku ini. Karena jujur saja, saya ini paling puyeng baca novel-novel yang terlalu "nyastra", terakhir baca novel yang kental banget bahasa "sastra"nya yaitu  novel "Tanah Tabu" yang katanya juara lomba novel DKJ (tahunnya lupa), dan swear....saya ngga ngerti sama sekali itu novel lagi ngomongin apa...haduh :-P :-)). Tentu saja bukan karena novel "Tanah Tabu" itu jelek, kalau jelek ga mungkin jadi juara dong :-), yaa...hanya masalah selera laah, saya yang masih awam begini, terkadang merasa terlalu berat untuk "mengunyah" bahasa-bahasa sastra. Namun anehnya, ini tidak saya rasakan saat me...

Dukung Program PLN Bersih Demi Menghilangkan Krisis Listrik Berkepanjangan

Image
Membaca info lomba blog ini, membuat ingatan saya melayang sesaat ke kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Kebetulan, sebelum saya tinggal di tempat saya sekarang, Kuala Lumpur, sebelumnya saya pernah tinggal di Balikpapan selama 5 tahun. Dan selama saya tinggal disana, nama PLN begitu akrab terdengar di telinga saya, mengapa?? karena bahasan tentang PLN seolah selalu menjadi trending topic yang seru dibahas oleh seluruh warga Balikpapan, akibat saking seringnya PLN mematikan aliran listrik secara sepihak. Hingga dikenal sebuah anekdot yang membahas seputar ini, begini bunyi nya "Bukan kota Balikpapan namanya kalau tidak pernah mati listrik".  Anekdot itu muncul, tentu bukan tanpa alasan, karena mati listrik yang kami alami hampir setiap hari, dengan durasi yang cukup lama, mulai dari hanya beberapa jam, belasan jam, hingga pernah juga puluhan jam. Malah saat saya baru saja pindah ke Balikpapan tahun 2007, saya sempat juga mengalami mati listrik sampai 1 minggu laman...

Saat Kekuatan Cinta Mengalahkan Segalanya

Image
Judul  : Bersandarlah di Bahuku Penulis    : Eni Martini Penerbit  : Diva Press Halaman : 370 halaman ISBN      : 978 - 602 - 7641 - 65 - 5 Don't judge the book by it's cover . Yup....kalimat itu yang pertama terlintas di otak saya, saat saya mengakhiri membaca halaman terakhir dari novel ini. Mengapa?? karena saya benar-benar tidak mengira kalau isi novel ini jauh banget dari tebakan saya, sebab di awal saya terlalu cepat mengambil kesimpulan tentang isi novel ini hanya berdasarkan tampilan cover dan tulisan judulnya. Jujur saja, menurut saya desain covernya kurang "gimanaaaa" gitu, termasuk judulnya, kurang mewakili pesan utama yang ada di dalam isinya, jadi saat awal saya membacanya sudah langsung memvonis duluan isinya kira-kira kayaknya "begitu deh". Namun....olala....saya ternyata salah total, karena tanpa harus menunggu lebih dari 30 halaman selesai, saya sudah dibuat larut oleh konflik seru...

Resensi "Haji Koboi"

Image
  Judul Buku               : Haji Koboi Penulis                        : Rita Audriyanti Penerbit                      : PT. Gramedia Widiasarana Indonesia Tahun Terbit              : 2013 Tebal Halaman          : 160 halaman ISBN                           : 978 – 602 – 251 – 114 – 4 Biasanya para calon jamaah haji yang akan berangkat ke sana selalu diberi kelengkapan dari departemen agama RI yaitu berupa buku saku tentang panduan beribadah haji, dimana didalamny...

Menghidupkan Present Moment

Di postingan yang terdahulu saya pernah menuliskan tentang present moment yang terjadi pada kehidupan bayi dan anak balita, dimana dengan kemampuan mereka menghadirkan kondisi present moment secara sempurna membuat mereka betul-betul menikmati masa kini nya dengan sepenuh hati tanpa pernah risau dengan masa lalu atau takut dengan masa depan, dan ini berbeda jauh dengan kehidupan orang dewasa, dimana kondisi present moment seringnya sulit didapat karena dalam kehidupan orang dewasa kejadian masa lalu dan pikiran masa depan sering mendominasi, membuat jarang sekali orang-orang dewasa dapat sukses menikmati masa kini nya dengan sepenuh hati. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, wajar sih kita-kita orang dewasa kehidupannya sangat dipengaruhi oleh masa lalu dan ketakutan akan masa depan, karena dengan durasi umur yang lebih banyak, otomatis informasi yang masuk ke dalam otak pun lebih banyak, dan sebagian besar akan menerjemahkan banyak hal, maka inilah yang membuat pengal...

Joki Hajar Aswad

Menulis tentang tema haji, karena saya melihat mulai banyak orang-orang yang mempersiapkan diri untuk berangkat ke sana, sehingga membuat saya tergoda untuk mengenang kembali masa-masa saat dulu berangkat haji 3 tahun yang lalu. Nah....di note yang sekarang, asa pingiiiiiin banget menyampaikan uneg2 tentang image-image seputar haji. Terutama karena t e r n y a t a masih banyak buuuangeeet orang yang menilai kemambruran haji tuh dari segi mistik belaka. Seolah orang-orang sholeh dan sholehah yang haji nya mabrur tuh, yaaaa...seperti cerita-cerita di film-film wali songo gitu deh, misal : ketika kita jalan tiba2 awan menutupi padahal sebelumnya panasnya ngga kira2, atau misal pas kita lagi jalan dan sedang hujan deras, lalu karena kita (anggap) haji kita mabrur terus ujug2 hujan nya mendadak berhenti, atau karena kita (anggap) haji kita mabrur mendadak kita nemu uang real 1 karung :-D, dan masih banyak lagi deh, dimana setiap kisah-kisah keberuntungan yang didapat saat b...

Present Moment

Dalam kehidupan orang dewasa, hidup yang dijalani saat ini tidak terlepas dari bayang-bayang masa lalu dan kekuatiran tentang masa depan. Malah pada sebagian orang saking kelam masa lalu nya, rencana hidup akan masa depannya pun begitu didominasi oleh masa lalu nya, sampai dia kehilangan konsentrasi menikmati hidupnya di masa kini. Dan hidupnya penuh dengan kekuatiran bahwa masa lalu nya akan berulang di masa depan, sehingga di masa kini dia sibuk melakukan kegiatan untuk merencanakan masa depannya, dan dia lupa menikmati keindahan-keindahan yang terjadi pada dirinya di masa kini.  Mari kita bandingkan dengan kehidupan bayi dan anak balita, betapa mereka hidup all out sepenuh hati di masa kini, tanpa pernah risau dengan masa depan, atau takut dengan masa lalu. Oleh sebab itu mereka selalu riang dan tidak pernah cemas, pun mereka selalu all ou t melakukan apapun yang ada di hadapan mereka. Main mobil-mobilan konsentrasi full ga mikir apa-apa, ngobrol sama boneka j...